Rusia Ancam Boikot KTT NATO di Amerika Serikat

MOSKWA, — Rusia kemungkinan akan memboikot konferensi tingkat tinggi dengan para kepala negara anggota NATO di Chicago, Amerika Serikat, Mei 2012, jika tak ada kemajuan dalam menjembatani perbedaan pandangan di antara kedua pihak terkait program perisai rudal Eropa.

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, di Moskwa, Jumat (9/12/2011), bahwa keputusan final mengenai KTT itu baru akan diambil setelah pemilihan presiden di Rusia pada 4 Maret nanti, saat Perdana Menteri Vladimir Putin diduga kuat akan kembali ke kursi kepresidenan Rusia.

“Akan lebih mudah menggelar KTT, jika kita telah bersepakat soal pertahanan rudal ini pada saat itu. Kami tidak tahu apakah akan menyetujui itu. Pelaksanaan KTT sepenting itu bergantung, terutama pada apakah pertemuan itu akan berisi sesuatu yang bermakna,” ujar Ryabkov.

Pernyataan Ryabkov disampaikan hanya sehari setelah pembicaraan di tingkat para menteri luar negeri NATO dan Rusia di Brussels, Belgia, menemui jalan buntu. Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menlu AS Hillary Clinton hadir dalam pertemuan itu.

Hillary menegaskan, AS akan terus mendesak maju dalam mewujudkan sistem pertahanan rudal terpadu di Eropa, meskipun Presiden Rusia Dmitry Medvedev bulan lalu telah mengancam akan menggelar sistem rudal baru, yang diarahkan ke titik-titik penempatan sistem antirudal NATO di Eropa.

“Itu tidak mempengaruhi keseimbangan strategis dengan Rusia, dan jelas bukan alasan untuk menggelar langkah pencegahan militer,” tandas Hillary.

Washington berkeras, sistem perisai rudal itu dibuat untuk melindungi Eropa dari ancaman rudal Iran. Namun Rusia khawatir sistem itu suatu hari bisa membuat arsenal rudal-rudal nuklirnya menjadi praktis tak efektif sebagai kekuatan strategis

Iklan