China Jadikan Solo “Kota Maskot Dagang”

Wakil Presiden Boediono bersama Ketua Chinese People’s Political Consultative Conference Jia Qinglin, Selasa (19/10/2010) pagi  pukul 10.30 waktu setempat, akan meresmikan Kota Solo sebagai “City of Charm” atau Maskot Masyarakat China.

Peresmian dilakukan di Paviliun Komoditas Indonesia, yang didirikan di China-ASEAN Expo di Zhujin Hall, Nanning, China. “Solo atau dikenal dengan Surakarta adalah salah satu kota budaya dan dagang di Jawa Tengah, yang juga didominasi masyarakat China sejak berabad-abad lamanya.

“Jadi, antara budaya dan perdagangan masyarakata China sudah menyatu dengan budaya masyarakat di sana. Karena itu, China menjadikan Solo sebagai maskotnya,” kata Juru Bicara Wakil Presiden, yang juga Staf Khusus Wakil Presiden, Yopie Hidayat, saat briefing di Hotel Nanning, Selasa dini hari tadi.

Dalam peresmian itu, Wakil Presiden Boediono juga didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar. Peresmian dilakukan Wakil Presiden Boediono dan Jia Qinglin di sela-sela acaranya melakukan kunjungan kerja selama empat hari di China untuk menghadiri Forum Energi keempat dengan kalangan pengusaha China dan membuka China-ASEAN Expo di Nanning dan menghadiri peringatan 60 tahun hubungan RI-China di Beijing.

Sebelum peresmian Solo sebagai Maskot Masyarakat China, Wakil Presiden Boediono akan bertemu selama 30 menit dengan Jia Qingling di Liyuan Resort, kompleks tempat tinggal setiap tamu negara di Nanning.

 

One thought on “China Jadikan Solo “Kota Maskot Dagang”

Komentar ditutup.