China Ingatkan Jepang

Pemerintah China mengingatkan Pemerintah Jepang agar berhenti melontarkan pernyataan tidak bertanggung jawab di tengah semakin memburuknya hubungan kedua negara pascasengketa diplomatik akibat sengketa wilayah.

Peringatan itu dilontarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, menyusul pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara, yang terkesan menyerang China dengan mengatakan semua orang di dunia sekarang bisa melihat ”karakter” China yang sesungguhnya.

Zamroni Salim, pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, juga mengatakan agar China menghindari sikap agresif. Masalahnya, hal itu bisa membuat negara-negara kawasan bersatu untuk mengambil sikap terhadap China.

Lontaran pernyataan itu diyakini dipicu tindakan China yang secara de facto menghentikan ekspor mineral langka Logam Tanah Jarangnya ke Jepang, padahal bahan itu sangat diperlukan industri produk teknologi tinggi di Negeri Sakura.

”Kami berharap Jepang bisa berhenti mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan lebih berusaha menjaga kepentingan hubungan bilateral, yang jauh lebih luas dengan tindakan konkret,” ujar Yu kepada wartawan.

Yu menyampaikan kecaman tak lama setelah otoritas China di Provinsi Hebei melepaskan tiga dari empat warga negara Jepang yang pekan lalu ditangkap dengan tuduhan melanggar wilayah dan mengambil gambar secara ilegal di kawasan militer China.

”Kami bersedia menyelesaikan perseteruan lewat proses negosiasi bersahabat. Namun, keinginan pemerintah dan rakyat kami juga tetap tidak akan menyimpang, terutama jika hal itu terkait isu kedaulatan dan integritas teritorial (China),” ujar Yu.

Ketiga warga negara Jepang yang dilepaskan itu adalah Yoshiro Sasaki (44), Hiroki Hashimoto (39), dan Junichi Iguchi (59). Sementara seorang lagi, teridentifikasi sebagai jurnalis Jiji Press, Sadamu Takahashi (57), masih ditahan untuk diinterogasi.

Juru bicara Pemerintah Jepang Yoshito Sengoku lebih lanjut menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum tahu alasan penangkapan tersebut. Untuk itu, dia meminta penjelasan resmi secara rinci sekaligus meminta jaminan atas keselamatan seorang warga negaranya yang masih belum dilepaskan itu.

Konsulat dilempar

Terkait permintaan tersebut, China juga balas menuntut agar Jepang menjamin keselamatan para aparat konsulatnya, terutama pascainsiden serangan seorang pria terhadap Konsulat China di Fukuoka. Pria penyerang konsulat itu kemudian diringkus setelah melemparkan bara api ke arah bangunan konsulat itu.

Terkait dengan itu, Jepang juga meminta China agar tidak bertindak sepihak, dengan mengeksplorasi minyak dan gas di daerah sengketa di Senkaku (Jepang) atau Diaoyu (China).

Iklan