Hu Kirim Ucapan Selamat kepada Kim

BEIJING, — Presiden China, sekutu utama Korea Utara, mengucapkan selamat kepada Kim Jong Il atas keberhasilan konferensi partai yang memberikan jabatan senior kepada putra bungsu pemimpin yang sakit itu, kata media resmi, Rabu (29/9/2010).

Partai Buruh Korea (WPK), Selasa, menyelenggarakan pertemuan tingkat tertinggi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir untuk memilih jajaran pemimpin baru. Posisi-posisi partai diberikan kepada putra Kim, Kim Jong Un, yang ditampilkan untuk mengonfirmasikan statusnya sebagai pewaris ayahnya.

“Presiden Hu Jintao menyampaikan salam hangat atas keberhasilan penyelenggaraan konferensi WPK, terpilihnya Anda kembali sebagai sekretaris jenderal WPK, dan terpilihnya kembali serta terbentuknya badan pimpinan tertinggi baru WPK,” kata kantor berita China Xinhua. Pesan itu menyoroti persahabatan tradisional yang mendalam antara China dan Korea Utara, dan kepentingan bersama yang luas.

Hu mengatakan kepada Kim bahwa meskipun situasi internasional mengalami pasang surut, Bejing akan selalu mengatasi hubungan-hubungannya dengan Pyongyang dari strategi tinggi dan perspektif jangka panjang, kata laporan itu. China adalah tuan rumah penyelenggara perundingan enam negara untuk mengakhiri program nuklir Pyongyang, yang kini macet, yang juga melibatkan Jepang, Rusia, kedua Korea, dan Amerika Serikat. Korea Utara keluar dari perundingan itu pada April tahun lalu berkaitan sanksi yang dijatuhkan kepadanya oleh PBB.

Pada Maret, korvet angkatan laut Korea Selatan tenggelam, menewaskan 46 orang. AS dan Korea Selatan mengatakan, Korea Utaralah yang menorpedo kapal perang Korea Selatan itu. Korea Utara membantah terlibat dan mengancam akan melakukan pembalasan. Beijing telah menolak bergabung dengan kecaman internasional terhadap Pyongyang berkaitan dengan insiden itu, dan menjadi tuan rumah bagi kunjungan Kim pada akhir Agustus—kunjungan keduanya ke China dalam tahun ini.

Beberapa anggota parlemen di AS mengatakan, Beijing tidak cukup bertindak untuk mendesak tetangganya itu. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri AS James Steinberg, yang belum lama bertemu dengan kepala perunding nuklir China, mengatakan ada ketidaksetujuan antara Washington dan Beijing mengenai bagaimana melanjutkan hubungan dengan Pyongyang.