Lanjutkan Perundingan Nuklir Korut!

Utusan Amerika Serikat Stephen Bosworth pada Sabtu (27/2/2010) meningkatkan desakan terhadap Korea Utara (Korut) segera kembali ke perundingan perlucutan senjata nuklir, dan mengharapkan mereka akan segera melanjutkan perundingan itu.
   
Stephen Bosworth, dalam kunjungan ke Asia dengan tujuan menghidupkan kembali dialog enam negara yang macet, mengatakan, semua negara anggota kecuali Korea Utara ’telah siap untuk segera melangkah.’
   
“Kami akan berharap bahwa negara keenam – DPRK (Korea Utara) – juga akan memutuskan untuk segera melangkah maju,” kata utusan khusus AS untuk Korea Utara itu kepada wartawan di Tokyo.
   
“Ada keinginan kuat untuk kembali ke meja perundingan, dan mulai bekerja serius menangani masalah-masalah sangat penting yang kami hadapi,” kata Bosworth.
    
“Saya berharap bahwa dalam tempo yang tidak terlalu lama kami akan melanjutkan perundingan itu,” kata Bosworth.
   
“Pada bagian kami, kami telah siap untuk melangkah, dengan pengumuman singkat,” imbuhnya.
   
China, yang menjadi tuan rumah perundingan perlucutan senjata nuklir dan menjalin hubungan erat dengan Korea Utara, secara berkesinambungan melakukan kontak yang ekstensif dengan Pyongyang, untuk membujuk negara itu kembali ke perundingan.
   
“Namun demikian, apa yang belum bisa kami sepakati adalah … kapan proses enam negara itu sebenarnya akan dilanjutkan,” katanya, setelah menegaskan kembali bahwa semua itu tergantung pada Korea Utara kapan dialog akan dimulai kembali.
   
Korea Utara mengajukan dua syarat untuk kembali ke perundingan ini, yaitu pencabutan sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan komitmen AS untuk membahas perjanjian perdamaian resmi di semenanjung Korea.
   
Seoul, Washington, dan Tokyo mengatakan, Korea Utara harus kembali ke meja perundingan, dan membuat kemajuan penting ke arah denuklirisasi sebelum masalah-masalah lain dibahas.
   
Tapi sejauh ini tidak ada tanda-tanda jelas bahwa Korea Utara bersedia mencabut syarat-syarat untuk perundingan itu, yang melibatkan kedua Korea, AS, China, Rusia, dan Jepang.
   
Pernyataan Bosworth ini muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, mengatakan, Jumat, bahwa AS ’didorong oleh tanda-tanda kemajuan’ ke arah dilanjutkannya perundingan enam negara.
   
Hillary, yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yu Myung-Hwan, Jumat, di Washington, mengatakan bahwa AS kini ’bekerja sama erat’ dengan Korea Selatan dan Jepang selain dengan China.
   
Bosworth, yang berkunjung ke Pyongyang pada Desember lalu, juga mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak punya rencana segera untuk mengadakan perundingan secara terpisah dengan para pejabat Korea Utara.
   
Dia mengatakan, kelanjutan perundingan enam negara soal nuklir itu akan menjadi prioritas utamanya.
   
Pada Jumat lalu, Bosworth bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Katsuya Okada, dan membahas tentang usulan China untuk mencari terobosan di dalam kemacetan dialog itu, menurut laporan media Jepang tanpa menjelaskan detil rencana tersebut.
  

Iklan